Pages

Senin, 30 Juli 2012

Nonton TV Waktu Kecil Penyebab Perut Buncit?

Semakin lama anak kecil menonton TV, semakin buruk kesehatan ototnya

VIVAnews - Ketika masih kecil, orangtua kadang memperingatkan menonton TV membuat mata minus. Selain gangguan mata, ada lagi dampak buruk TV berdasarkan penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity. Peneliti menemukan  bahwa menonton TV bisa membuat perut buncit.

Studi yang dipimpin penelitian dari Universitas New York, AS, Dr Caroline Fitzpatrick ini menemukan semakin lama anak kecil menonton TV, semakin buruk kesehatan ototnya. Ketika anak tumbuh menjadi remaja, mereka akan mengalami pembesaran lingkar pinggang. Ini diduga berakibat kepada kesehatannya ketika beranjak dewasa. 

Kelompok peneliti dari Université de Montréal, Kanada, menggelar riset untuk mengetahui hubungan antara jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton TV dan kesehatan fisik pada usia awal sekolah. Dr Fitzpatrick menggelar penelitiannya di Université de Montréal dan Pusat Penelitian RS Saint-Justine.

Tim Kanada ini menggunakan partisipan dari Studi Pengembangan Longitudinal Anak Quebec, Kanada. Mereka menugaskan orangtua melaporkan jumlah waktu yang digunakan anak untuk menonton TV setiap minggu untuk usia 29 dan 53 minggu. Kekuatan otot dan kesehatan lemak perut akan diukur ketika anak memasuki kelas 2 dan 4 SD. Tolok ukur uji kesehatan dilakukan menggunakan tes lompat tinggi dan pengukuran lingkar pinggang. 

Peneliti menemukan menonton TV setiap jam per minggu pada usia 29 bulan menyebabkan penurunan kemampuan tes lompat tinggi mencapai 0,361 cm. Ini mengindikasikan penurunan kemampuan otot. 

Peningkatan waktu beberapa jam setiap minggu untuk menonton TV pada usia 29 bulan dan 23 bulan diduga menurunkan tes performa tubuh hingga 0,285 cm. 

Lingkar pinggang pada anak kelas 4 SD naik hingga 0,047 cm setiap jam mereka menonton TV ketika berusia 29 dan 53 bulan. Ini terkait peningkatan lingkar pinggang 0,41 cm ketika berusia 10 tahun. Penambahan 0,76 cm terjadi pada anak yang menonton TV lebih dari 18 jam seminggu. 

Akademi Kedokteran Anak Amerika merekomendasikan anak-anak di bawah usia dua tahun tidak boleh menonton TV lebih dari dua jam setiap hari. Temuan ini memberikan kritik kepada perilaku orangtua yang menggunakan TV sebagai "babysitter elektronik" untuk membuat balitanya tenang.

"TV merupakan faktor gayahidup yang dapat dimodifikasi. Orang perlu menyadari kebiasaan anak-anak menonton berakibat pada kesehatan fisik mereka," ujar Dr Fitzpatrick. 

Kebugaran fisik berhubungan langsung dengan kesehatan dan umur panjang pada masa depan. Peningkatan lingkar pinggang dan penurunan kekuatan otot bisa mengantar prediksi dampak buruk. Ketika anak tumbuh menjajaki usia dewasa, perutnya akan membuncit.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membantu mengetahui kaitan waktu menonton TV dengan indikator kesehatan anak lainnya, seperti kesehatan jantung," imbuhnya seperti dilansir dari Eurekalert. (eh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

sumbalinga

"Saya tidak takut pada orang yang berlatih sekali untuk 10.000 tendangan, tapi saya takut pada orang yang berlatih satu tendangan sebanyak 10.000 kali"
Bruce lee