Pages

Kamis, 09 Agustus 2012

Arkeolog temukan korek api pertama

Jakarta (ANTARA News) - Sekelompok peneliti asal Israel mengklaim artefak misterius dari tanah liat dan batu yang berasal dari zaman Neolitikum sebagai korek api pertama.

Obyek berbentuk silinder ini sudah dikenal beberapa waktu sebelumnya. Awalnya mereka menafsirkannya sebagai simbol alat kelamin pria.

Interpretasi baru para ilmuwan berarti benda-benda ini bisa jadi bukti awal bagaimana api dinyalakan.

Bukti pyrotechnology, ilmu yang mempelajari asal api dan cara-cara manusia menggunakannya, di dataran Eurasia didapat dari tiga perempat juta tahun lalu. Bukti biasanya berbentuk sisa-sisa api.

"Kami punya bukti api pada manusia modern dan Neanderthal, berasal dari arang, abu, dan tungku. Tapi tidak ada yang berhubungan bagaimana mereka menyalakannya," kata pemimpin studi tersebut, Profesor Naama Goren-Inbar dari The Hebrew University of Jerusalem kepada BBC.

Pada sebuah kunjungan ke Israel Museum di Jerusalem, Goren-Inbar mengenali bentuk struktur yang ditemukan di situs arkeologi Sha'ar HaGolan ada beberapa alat yang digunakan selain untuk tujuan kultural.

"Saya melihat benda itu dan langsung terpikir bahwa benda itu sangat sangat mirip dengan tongkat-tongkat yang digunakan saat menyalakan api. Saya menghubungkannya dan pelan-pelan berkembang," jelasnya.

Dengan menggunakan teknik elektro-mikroskopi, ia dan rekan-rekannya mengidentifikasi indikator tanda yang mungkin dimiliki objek berbentuk silinder tersebut.

Benda itu diputar dengan kecepatan tinggi,untuk melihat kemungkinan menghasilkan gesekan untuk menyalakan sumbu.

Mereka menemukan tanda-tanda linear atau goresan pada ujung silinder yang berbentuk kerucut. Mereka menginterpretasikan tanda itu diperoleh ketika "korek" diputar dalam rongga yang ada di papan untuk menyalakan api.

Peneliti juga menemukan warna terbakar yang ada pada bekas hangus dan alur-alur yang jelas pada bagian atas benda itu. Mereka menduga alur itu berasal dari busur yang digunakan untuk memutar silinder itu. 

Bukti itu didukung oleh kebudayaan jaman Neolitik dan pengetahuan tradisional tentang teknik menyalakan api.

Temuan baru ini menyoroti teknologi rumit yang digunakan penduduk Sha'ar HaGolan pada saat itu. Kelaziman cara tersebut di area yang lebih besar di Mediterania timur mengindikasikan bahwa korek tanah liat merupakan benda yang umum pada periode awal ketimbang teknologi menyalakan api lainnya.

Goren-Inbar mengatakan pada BBC News timnya bermaksud meneliti lebih jauh untuk mengesahkan kesimpulan mereka.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Plos One.
(nta)

 
Editor: AA Ariwibowo

Peneliti Indonesia temukan dua spesies katak baru


L. ingeri (kanan) mempunyai warna ventral bertotol, sedang L. kanowitense (kiri) warna ventral lebih didominasi warna putih.(Istimewa/Dokumentasi Amir Hamidy)
Jakarta (ANTARA News) - Peneliti Indonesia mengidentifikasi dua spesies katak baru yang dinamaiLeptobrachium ingeri dan Leptobrachium kanowitensedalam penelitian yang dilakukan di Belitung (Indonesia) dan Sarawak (Malaysia) mulai tahun 2008 sampai 2012.

Hasil penelitian Amir Hamidy dari Museum Zoologicum Bogoriense, Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bersama koleganya dari Kyoto University, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan University of Malaya tersebut dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa tanggal 24 Juli lalu.

Dalam surelnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Amir yang sedang belajar di Kyoto University mengatakan, L. ingeri teridentifikasi dalam penelitian di Belitung dan daerah pesisir Sarawak sementara L. kanowitense di bagian daratan Sarawak.

"Kata 'ingeri' pada L. ingeri merupakan nama yang saya dedikasikan untuk Prof. Dr. Robert F. Inger dari Field Museum Chicago. Beliau adalah pakarherpetology di Asia Tenggara, terutama Pulau Borneo," kata Amir, penulis utama hasil studi tersebut. 

Sedang kata "kanowitense" pada L. kanowitensedipilih mengacu pada Kota Kanowit di Sarawak, dimana L. kanowitense ditemukan, tambahnya.

Ia menjelaskan, karakter gen kedua spesies baru itu berbeda dengan spesies katak yang lain. Pada katak, jarak genetik minimal tiga persen sudah bisa dikatakan berbeda spesies. 

"Kami melihat jarak genetik antara katak jenis L. nigropsL.ingeri dan L. kanowitense sangat besar, lebih dari sembilan persen," kata dia.

Secara morfologi, lanjut dia, jenis katak baru itu juga punya bentuk ujung jari tangan dan kaki, posisi selaput di kaki, dan warna tympanum (bagian telinga), serta warna ventral yang khas.

Amir menjelaskan pula bahwa dari karakterDeoxyribonucleic acid (DNA) bisa diketahui bahwa L. ingeriL. kanowitense, dan L. nigrops (bukan jenis baru) dahulunya satu nenek moyang. 

"Karena perubahan iklim dan perubahan permukaaan air laut pada masa silam, beberapa pulau seperti Borneo, Sumatra dan yang lainnya terpisah dari Asia daratan. Saat pemisahaan itu terjadi isolasi populasi nenek moyang masing-masing jenis tersebut. Setelah terpisah masing-masing jenis berevolusi menjadi jenis yang sekarang," katanya.

Dalam jurnal Zootaxa para peneliti menyebutkan, nenek moyang L. kanowitense tampaknya telah menginvasi Pulau Borneo jauh lebih awal dibandingkan dengan moyang L. ingeri, yang penyebarannya terjadi selama periode glasial Pleistosen.

Menurut Amir, saat ini L. ingeri menghuni daerah Belitung dan pesisir Sarawak dan L. kanowitense hidup di Kota Kanowit, Sarawak. Sementara L. nigrops bisa ditemukan di Semenanjung Malaya, Sarawak dan pantai timur Sumatra (Riau).

Namun peneliti belum tahu pasti populasi jenis-jenis katak itu dan apakah jenis katak baru itu endemis di daerah tersebut. 

(M035)
Editor: Heppy

Pemanasan global picu pemutihan karang


Jakarta (ANTARA News) – Pemanasan global yang menjadi pemicu meningkatnya suhu permukaan air laut menyebabkan karang mengalami pemutihan aliasbleaching

"Pemutihan karang terjadi ketika zooxanthellae lepas dari permukaan karang,” kata Ocky Karna Radjasa, peneliti tamu di Eijkman Institute, dalam seminar Mollecular Approaches to Marine Biotechnology, di Jakarta, Kamis.

Zooxanthellae adalah alga endosimbion yang berperan dalam memberikan warna pada karang. 

Zooxanthellae memberikan karbohidrat pada polip karang baik dari hasil fotosintesis maupun makanan yang didapatnya dari karang.

Ocky menjelaskan peningkatan suhu di permukaan air laut berpengaruh pada proses infeksi karang. 

“Proses infeksi yang dipicu oleh kenaikan suhu itu dimulai dari menempel kemudian penetrasi, memperbanyak diri, dan menghasilkan racun," kata profesor mikrobiologi kelautan Universitas Diponegoro itu. 

“Kalau suhu naik, proses infeksi akan teraktivasi. Kalau suhu rendah, proses itu tidak terjadi,” tambahnya. 

Bila suhu tidak lebih dari 28 derajat, masih kata Ocky, karang hanya melakukan pemutihan tanpa disertai lisis--pecahnya sel karena racun dan kondisi putih ini tidak akan bisa diperbaiki lagi.

Selain pemanasan global, penyakit pada karang juga dapat disebabkan oleh pengambilan ikan secara berlebihan (over fishing) dan polusi air.
(nta)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012

Perempuan hidup lebih lama daripada lelaki, terbukti secara genetis


London (ANTARA News) - Suatu studi di Inggris menemukan jawaban genetika bahwa perempuan biasanya hidup lebih lama daripada lelaki.

Penelitian tersebut disiarkan di jurnal Current Bilogy dan dilakukan oleh Lancaster University di Inggris.

Mereka menemukan seperangkat DNA yang diwariskan hanya dari ibu dapat berbahaya bagi lelaki dan mempercepat penuaan pada pria.

Setelah melakukan percobaan pada lalat buah, para peneliti menemukan sejumlah mutasi pada mitochondrial DNA --yang mempengaruhi lama hidup lelaki  dan percepatan proses penuaan mereka.

Mitochondrial DNA, yang ditemukan pada banyak spesies termasuk manusia, hanya diwariskan melalui ibu. Jadi tak ada tekanan evolusi dari pihak pria untuk menyaring mutasi itu yang berbahaya buat lelaki, dan perempuan --yang tak terpengaruh-- akan terus mewariskan mutasi itu ke putra mereka.

Akumulasi mutasi tersebut akhirnya dapat mengarah kepada bermacam usia panjang antara lelaki dan perempuan, seperti dikutip dari Kantor Berita Xinhua.Teori itu dinamakan "Kutukan Ibu" oleh beberapa peneliti.

"Kami memperlihatkan bahwa `Mother`s Curse` dampaknya sangat dalam pada sejarah kehidupan pria dan mengakibatkan penimbunan mutasi yang membuat pria lebih cepat menjadi tua, dan hidup lebih singkat ketimbang perempuan," kata Dr. David Clancy dari Lancaster University.

David Clancy mengatakan temuan itu menawarkan penjelasan baru atas  salah satu teka-teki terbesar kehidupan --mengapa perempuan dari banyak spesies, termasuk manusia, hidup lebih lama daripada lelaki.

Biasanya perempuan berusia lebih panjang daripada lelaki selama lima sampai enam tahun. Sampai usia 85, rata ada enam perempuan untuk setiap empat lelaki dan pada usia 100, rasio tersebut lebih cenderung adalah dua berbanding satu.

(C003)
Editor: Aditia Maruli

Ilmuwan akan cari ladang metana di Laut Okhotsk


Vladivostok (ANTARA News) - Sekelompok ilmuwan dari Rusia, Jepang, dan Korea Selatan, Selasa akan berangkat dari Vladivostok menuju Laut Okhotsk dalam upaya pencarian deposit metana, kata kepala peneliti Anatoly Obzhirov.

"Kelompok peneliti Rusia itu akan menggunakan kapal penelitian Academician Lavrentyev," kata Obzhirov, lapor RIA Novosti.

"Mereka akan bergabung dengan delapan ilmuwan Jepang dan dua ilmuwan Korea Selatan di pelabuhan Korsakov di Pulau Sakhalin."

Ekspedisi itu akan menjelajahi permafrost bawah laut, yang memerangkap metana, dan mempelajari emisi metana di perairan dan atmosfer.

Selain di Laut Okhotsk, ilmuwan untuk pertama kalinya juga akan mencari ladang metana di wilayah bagian utara Laut Jepang itu.

"Sangat penting bagi kami untuk mengetahui jika ada ladang metana di wilayah ini karena metana bisa digunakan dalam industri bahan kimia, untuk memproduksi metanol, dan di dalam industri energi," kata peneliti Rusia itu.

Para peneliti juga merasa sangat perlu untuk menentukan letak cadangan metana itu secara tepat untuk meyakinkan kemananan dari eksplorasi geologi di wilayah itu di masa depan, kata Obzhirov.

Ekspedisi itu akan berlangsung hingga akhir Agustus dan akan dilanjutkan dengan studi menyeluruh terhadap data yang telah dikumpulkan.

(UA059/H-AK)
Editor: Heppy

Gergasi, Tsunami dari Samudera Hindia

Hamparan sawah berpagar pohon kelapa di dekat pantai di Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Tanah bercampur pasir di areal persawahan itu menjadi salah satu penanda jejak tsunami yang pernah melanda Desa Lobu Tua.
Oleh Ahmad Arif dan Agung Setyahadi
KOMPAS.com - Perjalanan menyusuri tepian Samudra Hindia, dituntun catatan tentang kejayaan masa lalu, hanya untuk menemui kenyataan: kota-kota yang pudar cahayanya. Barus dan Singkil telah tamat. Padang, Bengkulu, dan Aceh berada dalam bayangan tsunami.

Barus di tepian pantai barat Sumatera pernah menjadi kota yang sedemikian populer. Para pelaut Arab pada abad ke-7 hingga ke-11 menyebut pelabuhan itu Barus, Fansur, Pansur, atau Panchur.

Catatan lebih tua dari para pelaut China menyebut Barus sebagai P’o lu. Disebutkan, pendeta Buddha, I Tsing, dalam perjalanan ke India pada abad ke-7 singgah di tempat bernama P’o-lu-shih di dekat Sribhoga. Ini merupakan pelabuhan terakhir setelah Selat Malaka sebelum menyeberangi Samudra Hindia menuju India.

Catatan tertua mengenai Barus terdapat dalam kitab Geographia yang dibuat Claudius Ptolomeus pada abad ke-2, berdasarkan keterangan para pedagang India. Ptolomeus menyebut Barus sebagai Barousai.

Di pelabuhan yang berada ditepian Samudra Hindia itulah kapal-kapal dagang dari sejumlah negara mencari komoditas berharga, seperti kapur barus, emas, dan madu. Di Barus saat itu diperkirakan berkembang komunitas dagang multietnis.

Temuan prasasti berbahasa Tamil pada 1872 oleh pejabat Belanda, GJJ Deutz, menguatkan hal ini. Prasasti bertahun Saka 1010 atau 1088 Masehi ini, antara lain, menyebutkan tentang perkumpulan dagang suku Tamil sebanyak 1.500 orang di Lobu Tua, Barus, yang memiliki pasukan keamanan dan aturan perdagangan.

Penggalian tim gabungan dari Lembaga Kajian Perancis tentang Asia (Ecole française d’Extrême-Orient/EFEO) Perancis dengan peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada 1995-2000 menemukan keragaman artefak di Lobu Tua, mulai dari barang-barang buatan China, India, hingga Arab.

Namun, jejak Barus tiba-tiba menghilang sekitar abad ke-12. Pada abad itu, jejak peninggalan Barus yang sebelumnya tersebar luas tiba-tiba lenyap.

Claude Guillot dalam buku Barus Seribu Tahun yang Lalu (2008) menyebutkan, kehancuran Barus karena serangan gergasi. Cerita lokal menyebutkan, gergasi adalah sosok raksasa yang datang dari lautan.

Setelah hilang tiba-tiba pada sekitar abad ke-12, Barus kembali muncul sekitar empat abad kemudian. Jane Drakard dalam An Indian Ocean Port: Sources for the Earlier History of Barus (1989) menyebutkan, nama Barus dan Fansur kembali disebutkan dalam berbagai catatan pada abad ke-16 hingga abad ke-17. Selain Barus, kota tetangganya, Singkil (dulu disebut Singkel), juga berkembang pesat. Kapal-kapal dagang Belanda, Inggris, dan Portugis berlomba ke Barus dalam perburuan rempah-rempah dan hasil hutan.

Jejak tsunami
Selama ini, hilangnya Barus secara tiba-tiba pada abad ke-12 masih menjadi misteri. Sosok gergasi yang disebutkan Claude Guillot juga mengundang banyak tafsir. Sonny Ch Wibisono, peneliti Puslit Arkenas, menyebutkan, banyak ahli menafsirkan sosok gergasi ini adalah bajak laut yang pada periode itu menguasai perairan Nusantara.

Namun, setelah gelombang tsunami menggulung pantai barat Aceh pada 26 Desember 2004, mulai muncul kesadaran baru bahwa bencana alam itu berperan penting mengubah jalannya sejarah di pantai barat. Petaka delapan tahun lalu itu membuka kesadaran tentang rapuhnya kota-kota yang berada di depan zona penunjaman lempeng ini.

Penelitian Kerry Sieh dari California Institute of Technology sejak 1994 menemukan, wilayah zona subduksi pantai barat Sumatera memiliki riwayat panjang gempa dan tsunami. Menurut dia, gempa dan tsunami pernah terjadi di wilayah ini pada 1381, 1608, 1797, dan yang terakhir tahun 1833.

Belakangan, pada 2008, Widjo Kongko, ahli tsunami dari Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan Katrin Monecke dari Kent State University serta lima peneliti lain menemukan jejak tsunami raksasa pernah terjadi tahun 1290-1400. Dari temuan deposit tsunami yang tersebar luas, mulai dari Meulaboh hingga Thailand, Widjo memperkirakan, tsunami pada tahun tersebut sekuat dengan yang melanda Aceh pada 2004.

Apakah Barus yang tiba-tiba menghilang pada abad ke-12 itu disebabkan tsunami yang depositnya ditemukan Widjo dan timnya?

”Bisa jadi memang tsunami pernah melanda Barus,” kata Wibisono. Apalagi, dia menemukan, ada perpindahan masyarakat Barus pada masa lalu ke arah bukit. Temuan yang berusia lebih muda, sekitar abad ke-14, kebanyakan ada di sekitar Bukit Hasang.

Jejak tsunami ini pula yang kami temukan saat melihat lokasi penemuan peninggalan arkeologi di Lobu Tua. Hamparan pasir laut memenuhi kebun kopi dan kelapa, sejarak 2 kilometer dari laut. Kawasan ini pernah digali oleh arkeolog dari EFEO Perancis dan Puslit Arkenas.

Jauh dari pantai
Sebelum kedatangan kolonial Barat, permukiman pribumi di pantai barat Sumatera kebanyakan menjauh dari laut. Misalnya, Kota Padang di Sumatera Barat. ”Dulu, kota-kota di pantai barat Sumatera ada di hulu-hulu sungai, tidak di tepi pantai,” kata arsitek dan ahli tata kota dari Universitas Bung Hatta Padang, Eko Alvares.

Dia mencontohkan, Kota Padang dalam peta Belanda yang dibuat tahun 1781 menunjukkan, lokasi permukiman pribumi berada di sisi selatan Batang Arau di kaki Gunung Padang (Apenberg). Permukiman itu berjarak 1-2 kilometer menjauh dari pantai. Baru setelah kedatangan Belanda, lambat laun permukiman mendekati pantai.

Dalam pengantar buku Witnesses to Sumatra: A Travellers’ Anthology (1995), sejarawan Australian National University, Anthony Reid juga menyebutkan bahwa jantung peradaban Pulau Sumatera sebenarnya ada di pedalaman di sepanjang Bukit Barisan. Masyarakat pribumi Sumatera hanya mendekati pantai untuk berdagang.

Berbagai keping informasi ini semakin menguatkan tentang jejak tsunami yang barangkali berperan besar dalam evolusi bandar-bandar besar di pantai barat Sumatera pada masa lalu.

Bayangan tsunami pula yang saat ini menghantui Kota Padang dan Bengkulu, dua bandar terbesar di pantai barat Sumatera. Belajar dari sejarah, masa depan dua kota ini tergantung dari kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman gergasi atau raksasa dari laut.

(Prasetyo Eko P/Ingki Rinaldi)
Ikuti perjalanan Ekspedisi Cincin Api Kompas di http://www.cincinapi.com
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Tri Wahono




Mengolah Air Gambut Menjadi Air Sehat


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/NOVAN
Oleh NAWA TUNGGAL

Masyarakat di lahan gambut berisiko mengalami gangguan kesehatan karena mengonsumsi air bersifat asam yang bisa membuat gigi keropos. Selain itu, air gambut mengandung zat organik ataupun anorganik yang bisa mengganggu metabolisme tubuh.

Untuk mengatasi masalah itu, periset pada Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ignatius DA Sutapa, merancang instalasi pengolah air gambut menjadi air baku yang sehat untuk dikonsumsi. ”Hasil penelitian kami sudah dimanfaatkan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Bengkalis, Riau,” kata Sutapa, Kamis (2/8), di Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Jawa Barat.

Saat ini, instalasi pengolah air gambut (IPAG) LIPI diproduksi dengan kapasitas 60 liter per menit. IPAG60 mampu mencukupi kebutuhan air bersih 100 rumah tangga.

Air gambut memiliki derajat keasaman (pH) 2,7- 4. Adapun pH netral adalah 7. Pengolahan air gambut melalui sejumlah tahapan, meliputi koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dekolorisasi, netralisasi, dan desinfektasi.

Air gambut yang berwarna hitam kecoklatan itu mengandung senyawa organik trihalometan yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Selain itu, air gambut mengandung logam besi dan mangan dengan kadar cukup tinggi. Konsumsi dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan.

Diendapkan dan disaring

Air gambut diolah dengan cara koagulasi (diendapkan). Koagulan utama yang digunakan adalah alum sulfat. Koagulan ini digunakan dengan variasi konsentrasi hingga 50 bagian per sejuta (ppm), bergantung pada kepekatan air gambut.

Koagulasi menghasilkan endapan yang ditampung dalam bak sedimentasi. Selanjutnya, air dialirkan untuk disaring dengan pasir silika dan antrasit.

Unit filtrasi merupakan saringan pasir cepat. Diameter pasir silika dan antrasit adalah 0,6-2 milimeter.

Komposisi media penyaring disusun berdasarkan tingkat efisiensi proses koagulasi. Media filter memungkinkan terbentuknya biofilm mikroorganisme. Ini yang menguraikan polutan organik air gambut yang dialirkan.

Untuk menghilangkan bau, warna, dan rasa digunakan penyaring karbon aktif. Dengan ukuran partikel karbon aktif relatif kecil, warna air gambut yang pekat dan mengandung asam humat dapat diserap.

Konsentrasi karbon aktif bergantung pada intensitas warna yang akan direduksi. Kemudian dilanjutkan dengan proses netralisasi tingkat keasaman air menggunakan soda ash. Untuk membunuh bakteri patogen di dalam air digunakan kalsium hipoklorit.

Dipatenkan

Tahun 2012, LIPI menghasilkan tiga unit IPAG60 dan sedang mengerjakan pesanan sebanyak 15 unit. Metode pengolahan air gambut serta kelengkapan peralatannya sedang dipatenkan.

Sutapa mendaftarkan hak paten dengan nomor registrasi P00201000586 ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Klaim patennya mencakup pengolahan air gambut, termasuk ditemukannya kombinasi optimal antara proses netralisasi, pembubuhan karbon aktif, dan koagulasi.

Dari hasil penemuan instalasi pengolah air gambut memungkinkan dibuat sistem pengolah air gambut yang kontinu dengan produktivitas tinggi. Peralatannya bisa dirancang dalam bentuk kecil dan mudah dibawa.

”Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dan PT Sinar Mas di Riau sudah memasang IPAG60,” kata Sutapa.

Sutapa merancang IPAG60 bersama peneliti LIPI lain yang tergabung ke dalam Program Kompetitif LIPI, Energi Bersih Terbarukan, dan Pasokan Air Bersih Berkelanjutan. IPAG60 merupakan instalasi pengolah air gambut menjadi air bersih terbesar di Indonesia saat ini.

Kualitas air produksinya memenuhi standar kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Untuk pengolahan dibutuhkan energi listrik relatif rendah. Energi itu bisa diupayakan dari panel surya.

Biaya produksi air bersih mencapai Rp 15.000-Rp 25.000 per meter kubik. Besar biaya bergantung pada kualitas air gambut yang diolah.

Saat ini diperkirakan luas hutan dan lahan gambut yang tersisa sekitar 21 juta hektar. Jutaan penduduk di lokasi itu masih memanfaatkan air gambut untuk keperluan sehari-hari, selain air tadah hujan.

Pemenuhan kebutuhan air bersih di Indonesia masih sangat kurang. Diperkirakan hanya 30 persen dari kebutuhan yang terpenuhi. Bahkan, di kawasan lahan gambut marginal diperkirakan hanya 10 persen penduduk yang memiliki akses air bersih.

Hasil riset pengolah air gambut memberikan sumbangan nyata. Pemanfaatannya sekaligus juga untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium 2015 melalui peningkatan akses terhadap air bersih.
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
yunan

PT Pindad Pamerkan Motor Listrik Pertama


Mobil listrik PT Pindad dengan motor listrik hasil pengembangannya
BANDUNG, KOMPAS.com — PT Pindad memamerkan motor listrik buatannya dalam ajang RITech Expo pada Rabu (8/8/2012) di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat. Dalam pameran, motor dipasang pada mobil listrik sehingga bisa diuji keandalannya.

Motor listrik yang dibuat adalah jenis Brushless DC Motor. Motor listrik ini memiliki daya 50 KW, jauh dari motor listrik umumnya yang hanya berdaya 15 KW. Dengan pembuatan motor ini, Indonesia merupakan negara pertama yang membuat motor listrik 50 KW.

Andri Setiyoso, Chief Engineer untuk Mesin Listrik di PT Pindad, mengungkapkan bahwa pengembangan motor listrik ini bertujuan membantu merealisasikan produksi mobil listrik yang ramah lingkungan. "Dengan memproduksi sendiri, harga motor bisa lebih murah daripada harus mengimpor. Harganya bisa Rp 15-Rp 20 juta lebih murah. Apalagi mendatangkan motor listrik dari luar itu lebih sulit, terutama kalau sudah produksi," ungkap Andri.

Sena Maulana, Product Development Kendaraan Tempur di PT Pindad, mengungkapkan bahwa semua mobil listrik yang dikembangkan di Indonesia masih menggunakan baterai dan motor berupa kit yang dibeli dari Amerika. "Dengan mengembangkan sendiri, Pindad ke depan orientasinya justru menjual kitmotor listrik ini ke industri mobil yang kita miliki," papar Sena kepada Kompas.com saat ditemui hari ini di Bandung.

Sena pun menuturkan, pengembangan motor listrik juga bertujuan mengenalkan kepada masyarakat bahwa teknologi mobil listrik sebenarnya cukup mudah. Motor listrik tak membutuhkan banyakmaintenance seperti motor konvensional.

Sementara itu, Andri menjelaskan, "Untuk kualitas, sebenarnya kan PT Pindad bukan pertama kali ini mengembangkan motor. Sebelumnya kita juga mengembangkan motor untuk KKRL dan hasilnya bisa bersaing dengan yang impor."

Menurut Andri, beberapa kendala untuk membuat motor listrik saat ini masih perlu dipecahkan, misalnya soal material. Ia berharap, ke depan, Indonesia bisa menghasilkan silicon steel, magnet, dan tembaga untuk mendukung pembuatan motor listrik ini.
Editor :
Glori K. Wadrianto

Inilah Alasan Dibalik Penulisan HURUF KAPITAL

Mungkin sebagian dari kita merasa terganggu jika orang lain membalas pesan kita dengan menggunakan huruf kapital. Hal ini mungkin tidak wajar tapi bisa saja terjadi. Itulah mengapa banyak anggapan muncul tentang arti seseorang yang mengetik dengan huruf kapital semua. Kita tidak bisa  membaca bahasa tubuh orang lain saat sedang chatting atau mengirim pesan secara online. Hal yang kita bisa pahami dan simpulkan hanyalah berdasarkan pada kata-kata yang mereka gunakan serta bagaimana cara mereka menulis. Mungkin kita akan membuat kesimpulan yang salah, namun ada beberapa anggapan umum  yang kita percayai jika seseorang mengirimkan pesan kepada kita dengan menggunakan huruf kapital semua.
Berikut adalah beberapa anggapan kebanyakan orang pikirkan jika Anda mengirim pesan (atau menulis artikel) yang menggunakan huruf kapital semua:
• Orang berpikir pesan dalam huruf kapital semua berarti penulis berteriak pada mereka.
Anggapan umum bahwa menulis dengan kapital semua yang berasal dari Internet adalah bahwa Anda melakukan ini karena Anda ingin menyampaikan sesuatu dengan nada yang tinggi atau sedang berteriak. Sebuah pesan atau artikel yang seluruhnya ditulis dalam huruf kapital terdengar menggelegar bagi orang yang salah mengartikannya. Pesan yang dikirim dalam huruf kapital dianggap sebagai terikan atau mungkin ancaman. Ini akan sering menyebabkan orang akan merespon dengan sikap negatif meskipun sebenarnya kata-kata yang ada di pesan tidak marah.
• Orang menganggap bahwa penulis berusaha untuk menuntut perhatian.
Jika sepenggal tulisan atau pesan ber-CAPSLOCK tidak dianggap sebagai teriakan, mungkin bisa dianggap menciptakan perasaan bahwa orang yang menulis benar-benar ingin mendapatkan perhatian. Hal ini disebabkan karena tulisan tersebut berbeda dari kebanyakan. Asumsi serupa bisa terjadi jika tulisan tersebut menggunakan font yang aneh, ukuran jauh lebih besar dari normal atau warna selain hitam. Seringkali, saat menulis, kita akan menggunakan huruf tebal atau CAPSLOCK semua untuk menonjolkan poin tertentu. Hal ini dapat mengganggu orang lain yang tidak mengerti apa yang Anda inginkan.
• Orang mungkin menganggap Anda gaptek.
Saat ini metode standar untuk menulis online adalah melalui penggunaan tradisional dari kombinasi huruf kecil dan huruf kapital. Jika Anda memilih untuk tidak sesuai dengan metode ini maka orang yang membaca apa yang Anda tulis dapat mengasumsikan bahwa Anda tidak akrab dengan etika standar teknologi yang telah digunakan. Jika Anda menulis memakai CAPSLOCK semua maka orang mungkin berpikir bahwa Anda tidak tahu bagaimana menggunakan komputer dengan benar.
• Orang mungkin menganggap Anda adalah seorang penulis awam.
Selain percaya bahwa Anda tidak dapat menggunakan teknologi dengan benar, orang yang membaca pekerjaan Anda dapat mengasumsikan bahwa Anda tidak tahu metode yang tepat. Hal ini dapat merusak reputasi Anda. Orang mungkin gagal untuk mengambil inti dari tulisan Anda karena mereka percaya bahwa Anda tidak tahu bagaimana menulis.
• Orang mungkin menganggap bahwa Anda malas.
Alasan lain mengapa seseorang dapat memilih untuk menulis dalam huruf besar semua adalah bahwa mereka tidak ingin repot-repot dengan mengubah bolak-balik antara huruf kecil dan huruf kapital. Hal ini dapat dilihat sebagai malas oleh orang yang membaca pesan Anda.
Banyak dari anggapan di atas mungkin tidak benar-benar terjadi untuk kebanyakan orang yang menulis dalam huruf kapital semua. Mungkin ada sejumlah alasan mengapa Anda memilih untuk menulis dalam CAPSLOCK semua termasuk Anda merasa lebih estetis. Namun, adalah fakta bahwa banyak orang akan membuat asumsi-asumsi negatif tentang Anda jika Anda menulis email dan artikel tanpa menggunakan huruf kecil dan kapitalisasi yang tepat dalam tulisan Anda. Akibatnya, mungkin terbaik bisa mengganggu hubungan baik Anda dengan orang lain.(rei)
Sumber: Hubpages


6 Manfaat Jahe bagi Tubuh

JadiBerita: Jahe terkenal sebagai rempah-rempah untuk membuat masakan menjadi lebih sedap.Tidak heran jika kebanyakan masakan India banyak dicampur dengan jahe untuk membuat rasanya yang khas.
Jahe juga terkenal sebagai bahan obat. Selain menghilangkan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat, ternyata, jahe memiliki manfaat lain, diantaranya:
1. Makan jahe segar sebelum makan membantu pelepasan cairan pencernaan sehingga meningkatkan nafsu makan.
2. Merangsang pencernaan dan efektif  menyembuhkan kram perut yang disebabkan oleh gas perut
3. Membantu dalam penyerapan dan asimilasi nutrisi penting dalam tubuh.
4. Mengunyah sepotong jahe bisa membantu menghilangkan rasa mual.
5. Jahe menyebabkan rasa panas dalam tubuh sehingga membantu mengobati pilek dan flu.
6. Jahe mengandung anti-peradangan yang bisa mengurangi rasa sakit. (ZeeNews/rei)

Okinawa, Tempat Tersehat di Dunia, Umur Penduduknya > 100 Tahun

JadiBerita: Rata-rata umur hidup seseorang yang melebihi umur 100 tahun hanya sedikit. Namun di Okinawa, setidaknya ada 457 orang yang umurnya lebih dari 100 tahun. Okinawa dianggap sebagai tempat tersehat di dunia, dimana umur rata-rata wanitanya mencapai 86 tahun, sedangkan pria mencapai umur 78 tahun. Tidak hanya berumur panjang, namun mereka juga sehat dan bahagia. Salah satu contohnya adalah Seikichi Uehara, seorang ahli bela diri berumur 96 tahun yang bisa mengalahkan mantan juara tinju berumur sekitar 30 tahun. Ada juga Nabi Kinjo, wanita berumur 105 tahun yang suka berburu ular beracun.
Rahasia orang Okinawa ternyata terdapat pada dua hal, yaitu makanan dan sikapnya menghadapi hidup. Karena mereka merasa bahagia, tidak terlihat rasa khawatir pada wajah mereka, apalagi rasa stres. Seorang petani berumur 88 tahun yang masih bekerja penuh selama 11 jam, berkata, “Saya tidak pernah marah. Saya sangat menikmati hidup karena saya menikmati pekerjaan saya. Saya pikir inilah obat untuk dapat panjang umur.”
Orang-orang yang sudah berumur lebih dari 85 tahun kebanyakan hanya menunggu kematiannya, sakit-sakitan dan berusaha hidup dari uang pension saja. Tapi tidak di Okinawa. Mereka memiliki prinsip untuk bisa hidup lama. Bahkan seorang nenek berumur 10 tahun masih mengharapkan untuk bisa hidup beberapa tahun lagi untuk bisa bersama dengan cucu-cucunya. Menurut orang Okinawa, umur 70 tahun masih dianggap anak kecil, umur 80 tahun remaja. Dan jika sudah mencapai umur 90 tahun, katakanlah pada Malaikat Kematian: “Saya masih ingin hidup. Pergilah dan kembali lagi saat saya berumur 100 tahun.”
Kebiasaan makan orang Okinawa juga merupakan salah satu faktor yang bisa menambah umur orang Okinawa. Mereka lebih sering memakan nasi, ikan dan sayuran daripada memakan daging. Salah satu makanan Okinawa yang terkenal adalah Mimiga, yang terbuat dari telinga babi. Makanan ini memiliki tingkat lemak yang rendah dan tinggi kalsium. Mereka juga banyak memakan tofu dan kentang. Kentang Okinawa memiliki kandungan lebih dari 20.000 IU beta karoten dan vitamin A.
salah satu penduduk Okinawa
Sayangnya, umur panjang di Okinawa tidak berlaku pada generasi muda sekarang akibat masuknya makanan cepat saji, sehingga anak-anak muda lebih memilih makanan tersebut daripada makanan tradisional. Mereka menganggap kalau makanan tradisional tidak enak dan tidak menyukainya. Karena kebiasaan makan yang berbeda inilah maka umur anak-anak muda lebih pendek dibandingkan dengan orang-orang tua yang lebih memilih makanan tradisional. Bahkan tingkat obesitas dan kanker paru-paru di Okinawa sangat tinggi dibandingkan tempat lain di Jepang. Nampaknya cara hidup sehat orang Okinawa akan segera hilang dalam beberapa tahun mendatang.(Odditycentral)

Rahasia Wajah Cantik Tanpa Bahan Kimia


Bagi kamu cewek-cewek yang ingin tampil menarik dan cantik, tidak perlu risau harus ke salon serta mengeluarkan gocek yang dalam. Selain itu tidak perlu menggunakan produk-produk kecantikan yang biasanya mengandung bahan kimia yang berbahaya. Kita gunakan saja yang ada dialam ini. Ada beberapa tips perawatan wajah secara alami yang malah lebih baik dan aman. Nah, berikut ini adalah tips perawatan wajah yang dapat anda lakukan dirumah :
1. Cantik dengan Air hangat dan Madu
Tepuk wajah kain yang dibasahi dengan air hangat untuk membuka pori-pori. Kemudian oleskan madu pada wajah dan diamkan selama 15 hingga 30 menit. Bilas dengan air hangat, kemudian tepuk-tepuk wajah dengan kain yang dibasahi air dingin
2. Cantik dengan telur ayam
Buatlah masker dengan kuning telur mentah. Ingat, Gunakan kuning telur dari ayam kampung. Kemudian aplikasikan kuning telur pada wajah dan leher, diamkan selama 30 menit, bilas dengan air dingin. Anda juga bisa membuat masker dengan putih telur. Aplikasikan putih telur pada wajah dan diamkan hingga putih telur mengering di wajah, baru kemudian Anda hangatkan.
3. Cantik dengan Anggur
Anda juga memanfaatkan buah anggur. Caranya pun cukup mudah yaitu cukup potong sebuah anggur menjadi dua, kemudian gosokkan dagingnya pada wajah. Setelah merata, bilas dengan air dingin.
4. Cantik dengan buah pisang
Cara merawat wajah dengan buah pisang juga sangat mudah yaitu cukup tumbuk pisang yang sudah terlalu matang hingga halus, kemudian oleskan keseluruh wajah. Diamkan selama 15 hingga 30 menit, kemudian bilas dengan air hangat.
5. Cantik dengan Yogurt
Yogurt tanpa rasa juga bisa digunakan untuk menyegarkan dan melembabkan wajah. Oleskan yogurt pada wajah dan diamkan selama 15 hingga 20 menit sebelum dibilas dengan air dingin.
6. Cantik dengan minyak zaitun
Bagi anda yang memiliki bibir yang pecah-pecah jangan kuatir,cukup oleskan minyak zaitun sebelum tidur. Biarkan semalaman dan dapatkan bibir lebih lembab dikeesokan harinya.
7. Cantik dengan buah alpukat
Tentu sudah tidak asing lagi buah alpukat sebagai bahan untuk perawatan wajah. Cukup hancurkan alpukat lalu oleskan pada wajah. Biarkan selama 10 menit, kemudian bilas dengan air dingin. Alpukat baik untuk kesehatan dan keremajaan kulit.
8. Cantik dengan susu
Susu bukan hanya diminum saja tapi juga baik untuk perawatan wajah anda. Berikuta adalah caranya, siapkan susu pada sebuah wadah, kemudian sedikit celupkan cotton bud atau kapas dan terapkan pada wajah. Biarkan hingga Anda merasa kulit wajah jadi lebih kencang dan bersihkan dengan air hangat. Rasakan kulit wajah menjadi lebih lembut.
9. Cantik dengan baking soda
Baking soda bukan hanya digunakan untuk membuat roti saja, ternyata dapat dimanfaatkanuntuk perawatan wajah. Gunakan baking soda untuk mengangkat kulit mati dengan mencampurkannya dengan cleanser harian Anda.
10. Cantik dengan mentimun
Buah mentimun sudah sering dimanfaatkan sebagai penyegar wajah karena dapat melembabkan kulit karena vitamin dan mineralnya. Berikut cara penggunaanya adalah ambil mentimun sebanyak setengah potong. Selanjutanya mentimun yang telah dicuci bersih tersebut selanjutkan dicacah dan dilumatkan. Kulit wajah, tangan, dan kaki dicuci bersih kemudian diolesi dengan mentimun yang telah dilumatkan sebelumnya. Biarkan beberapa menit hingga agak mengering . setelah itu cuci dengan air dingin.
Nah, banyak sekalikan alam yang bisa kita manfaatkan untuk tampil cantik dan menarik, kenapa kita harus memakai bahan kimia yang beresiko. Sudah saatnya kita kembali ke alam. Selamat mencoba

7 Mitos Tidak Benar Seputar Kesehatan Anda

JadiBerita: Di dalam kehidupan sehari-sehari, ada banyak fakta-fakta medis yang bisa kita temukan dimana saja. Namun ada beberapa dari fakta tersebut tidak benar. Berikut adalah 7 mitos seputar medis dan faktanya.

1. Wortel bisa menambah daya penglihatan
Mitos: Wortel mengandung vitamin A, yang baik untuk mata.
Fakta: Wortel memang mengandung vitamin A, namun tidak ada hubungannya dengan kesehatan mata. Mitos ini awalnya berasal dari pemerintah Inggris pada era Perang Dunia II, yang menyatakan bahwa wortel yang dimakan pilot-pilot milik pemerintah Inggris merupakan alasan mengapa mereka memiliki akurasi tinggi dalam melakukan pemboman. Padahal sebenarnya adalah pemerintah Inggris ingin menyembunyikan penemuan radar pada negara Jerman.

2.  Minum air 8 gelas per hari
Air minum
Mitos: Jumlah air yang harus diminum setiap hari agar sehat adalah 2,5 liter, atau sekitar 8 gelas.
Fakta: Statistik di atas benar adanya, hanya saja kita bisa mendapat 2,5 liter jumlah air hanya dari makanan yang kita makan. Kita tidak perlu meminum air sebanyak 8 gelas tiap hari karena kita bisa mendapat kadar air dari berbagai macam sumber selain air minum.

3. Makan bayam membuat Anda kuat
Popeye
Mitos: Memakan bayam bisa membuat Anda kuat, seperti halnya Popeye.
Fakta: Sebenarnya mitos di atas berasal dari kesalahan tulis mengenai kandungan zat besi dalam bayam. Dikatakan dalam berbagai tulisan, kandungan zat besi bayam mencapai 34 mg. Padahal yang benar adalah 3,4 mg.

4. Penerangan yang kurang tidak baik bagi mata Anda
Mata
Mitos: Membaca dalam ruang yang kurang cahaya bisa membuat mata lelah, bahkan bisa menimbulkan cacat permanen.
Fakta: Pada kenyatannya, ruang yang kurang cahaya hanya membuat mata sulit untuk fokus sehingga mata menjadi kering. Ini bisa disembuhkan dengan obat tetes mata.

5. 10% dari otak kita
Ukuran otak yang kecil
Mitos: Menurut beberapa sumber yang tidak diketahui, kita hanya menggunakan 10% dari potensi otak kita.
Fakta: Tidak ada bagian otak yang tidak bekerja. Semua bagian otak bekerja dengan aktif, bahkan pada saat tidur.

6. Segar lebih baik daripada beku
Buah-buahan dan minuman segar
Mitos: Makanan organik segar lebih sehat daripada makanan buatan. Hal ini dikarenakan makanan buatan telah menggunakan bahan tambahan yang meragukan.
Fakta: Makanan yang dibekukan lebih baik daripada makanan segar. Buah-buahan atau sayuran yang dibekukan memiliki kadar nutrisi maksimum. Sementara buah-buahan atau sayuran segar tanpa pembekuan perlahan-lahan akan kehilangan nutrisi kesehatannya.

7. Jangan berenang setelah makan
Berenang
Mitos: Kita harus menunggu beberapa jam setelah makan untuk berenang. Karena melakukan aktivitas berat setelah makan merupakan hal yang tidak baik.
Fakta: Yang tidak baik hanyalah olahraga berat yang bisa menimbulkan kram, sedangkan olahraga ringan justru bisa membantu pencernaan. Dan berenang santai setelah makan merupakan ide yang baik.(Urbantitan/rei)


sumbalinga

"Saya tidak takut pada orang yang berlatih sekali untuk 10.000 tendangan, tapi saya takut pada orang yang berlatih satu tendangan sebanyak 10.000 kali"
Bruce lee